Beri aku hidup satu kali lagi

Beri aku hidup satu kali lagi


Oleh Silvani
Tuhan, beri aku hidup sekali lagi, untuk bersamanya, untuk mencintainya… terdengar lagu dari televisi yang kubiarkan menyala, menemaniku menulis di sepinya malam.
Ribuan penonton tumpah ruah, berjoget bersama, turut mendendangkan lagu… Tuhan, beri aku hidup sekali lagi, untuk bersamanya, untuk mencintainya…
Bisakah setelah mati kita dihidupkan kembali di dunia? Apa yang membuat kita ingin kembali ke dunia?
Kubuka kembali AlQur’an, kutemukan firman-Nya:

“ Hingga apabila datang kematian seseorang dari mereka, dia berkata” Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan. “Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.(Q.S Al-Mu’minun[23]: 99-100)

Dalam ayat tersebut Allah Swt menegaskan, bahwa manusia tidak akan dikembalikan ke dunia. Dan Manusia kelak akan menyesal. Bukan, bukan menyesal karena masalah percintaan seperti lagu yang didendangkan tadi, manusia menyesal karena selama hidupnya mereka tidak beramal shaleh, hanya sedikit mengingat Allah, atau bahkan berbuat maksiat… Dan penyesalan itu sungguh tiada berguna karena nyawa telah sampai di kerongkongan, lembar catatan amal telah dilipat, buku catatan amal telah ditutup! Kesempatan hidup di dunia telah habis, tidak mungkin kita kembali lagi ke dunia, kitapun dalam penantian di alam barzakh, menanti untuk dihisab…
Dan datanglah Rabb-mu; dan malaikat berbaris-baris(Q.S Al Fajr [89]:22)
Bayangkanlah… Akan tiba giliran kita dihisab oleh Allah! Betapa mengerikannya hari itu… Bayangkanlah… Bagaimana perasaan kita pada saat itu… Mungkin kita amat sangat menyesal, hati ini dipenuhi rasa takut, tubuh kitapun gemetar… 
Dan kitab catatan amal akan diberikan kepada kita… Lembaran catatan amal kembali dibuka lebar-lebar…famayya’mal mitsqaala dzarratin khairayyarah, wa mayya’mal mitsqaala dzarratin syarrayyarah…

Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatan di lehernya. Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka. “Bacalah kitabmu,cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu.” (Q.S Al-Israa [17]:13-14)
Duhai diri, masihkah engkau hanya sedikit mengingat Allah,berpaling dari ayat-ayat-Nya, terbuai dalam cinta semu...
Duhai jiwa yang lalai, apa bekalmu di hari Hisab, saat berdiri dihadapan Rabb-Mu, sementara beribu malaikat tengah menanti perintah-Nya…
Sebelum nyawa ini sampai di kerongkongan, sebelum lembaran catatan amal ditutup, sebelum kita menyesal … Mari gunakan hidup kita yang hanya sekali ini dengan sebaik-baiknya, dengan memperbanyak amal shaleh, selalu mendekatkan diri kepada Allah…
“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku,tiada Tuhan kecuali Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada di atas janji-Mu, semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku,. Aku mengakui banyaknya nikmat-Mu yang Kau anugerahkan kepadaku, dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah aku. Karena sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni segala dosa-dosa selain Engkau.”(Doa AlMatsurat)
Wallahu a’lam bishshawaab. Malam, 20 Maret 2012.
Daftar Pustaka 

Al Qur’an Terjemah.2002.Departeman Agama Republik Indonesia. Jakarta.

Khalid Amru. 2006. Hati sebening mata air. Penerjemah Imam Mukhtar. Solo: Aqwam.



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Unknown, Published at 11.42 and have 0 komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengikut